Activity

  • Bang Hyldgaard posted an update 5 months, 1 week ago

    COR (Carrier Operated Relay), banyak sekali versi cor yang dipergunakan dan dipost oleh sohib2 blogger, mulai dari yang super sederhana sekali hingga yang tinggkat cakap, dan cor ini lazimnya dipergunakan untuk menggabungkan dua buah radio yang biasanya di buat untuk memproduksi pancar ulang.

    Membuat Repeater sendiri secara rangkaian COR yang sedang, rangkaian ini biasa pula disebut beserta modul cor (Carrier Operated Relay), siap di bakal dengan ringan karena komponen-komponen yang dipakai banyak serta mudah dalam peroleh dipasaran tidak mempergunakan komponen luar biasa seperti IC CMOS, atau IC TTL atau MC (Microcontroler) menyerupai pada modul-modul cor terlatih cor repater dan barangkali saja postingan kali ini pula bagian dari banyak rangkaian-rangkaian cor yang dapat tapak di internet untuk memproduksi sendiri menyemprot ulang.

    Sewa Repeater COS Input

    Keratan gambar rangkaian diatas terjumpa ada penambahan switch, penambahan ini di buat untuk antisipasi jika COS mulai radio Recivernya berlogika low atau high, rangkaian itu mungkin mampu dipergunakan untuk semua merk radio yang diharapkan sambungan cortersebut juga dapat dipergunakan, dengan cara merubah prestise switch, jika COS daripada radio penerima berlogika low maka switch diposisikan ke no 3, dan jika COS dari radio penerimanya berlogika high dipastikan posisi switch dipindahkan ke no1, saat prinsipnya tersedia dua type transistor yang berbeda PNP dan NPN, pada tatkala COS yang diterima berlogika low jadi yang bekerja adalah transistor PNP, dan sebaliknya bahwa COS yang diterima berlogika high oleh karena itu transistor yang bekerja adalah NPN tentu halnya dengan rangkaian cor pada postingan pancara ulang dengan icom 2100 yang lalu.

    Audio Input

    Pada rangkain input ini terdapat dua buah resistor yang memang sengaja tidak di buat meski besar nilai tahannanya, sesuatu ini disesuaikan dengan input yang diterapkan, pada ketika artikel itu di posting uji buktikan audio yang digunakan diambil dari audio input radio receiver pra ke VR (trimpot) Volume dari radio penerimanya, prestise RX1 di buat 1K, sedangkan rintangan RX2 tidak digunakan sedikit pun. jika audio in di hubungkan di speaker out dari radionya nilai tahanan RX1 terbuat sebesar 5k6 ohm dan nilai terpidana RX2 100ohm, dan usahakan volume daripada radio penerimanya jangan terlalau besar, dikarenakan jika tanggapan input terlalu tinggi dipastikan suara yang dihasilkan tidak akan sempurna, pada saat penyambungan pastikan ground terpasang dengan baik serta kabel yang dipergunakan sepantasnya mempergunakan tali head yang baik untuk mengurangi noise audio.

    Sambungan tone control disini bukanlah tone control tingkat terlatih namun tone control bersahaja, hanya mengayak suara atau nada utama (treable) sedikit (bass) yang dapat tuntas pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk impak yang cocok dengan yang diinginkan sepantasnya kalibrasi perhitungan tahanan VR dengan besar kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.

    Dari penggalanan tone diatas juga terdapat VR atau tahanan mendorong yang berfungsi sebagai volume untuk mic in radio pemancar ataupun Radio TX, penambahan transistor C945 lebih dari sebagai penguat sehingga taklimat yang merasuk melalui sejumlah tahanan & kapasitor sanggup di perkuat sebelum dikirimkan ke pendatang ( keradio pemancar).

    Koneksi Ke Radio

    Audi In sebaiknya diambil sebelum merasuk ke IC Ampli/Penguat yang terdapat dalam radio untuk hasil audio yang bagus, namun sanggup juga mengangkat audio mulai jack speaker yang ada di radio, hanya saja apabila menggunakan salur ini sepatutnya volume radio jangan terlalu besar. namun COS in sebaiknya pada cari secara baik apabila menggunakan radio yang tidak terdapat konektor outnya seperti radio alinco DR135 yang telah disediakan conector db9, radio motorola terdapat yang sudah tersedia terselip juga yang tidak, untuk mecari jalur cos pada radio sebenarnya gak terlalu susah namun dibutuhkan sedikti akurasi dan toleransi,

    Sekilas jalan mencari salur cos di radio,

    Atur frekuensi yang hendak di gunakan, pastikan posisi persetujuan radio pada mode konvensional (normal) atau menggunakan tone, seteleh itu siapkan radio ht serta samakan stan jabatan frekuensinya dan coba meneken ptt dalam radio yang kedua (ht), gunakan multi tester untuk mencari jalur cosnya, perdana coba telusuri di kawasan kaki IC ampli/suara biasanya ada serat audio mute jalur ini juga siap dipergunakan pada saat radio menerima isyarat dari radio yang ke-2. Akan ada perubahan di jarum mutitester pada ketika ptt di radio kedua ditekan dan dilepas, apabila di unit audio mute tidak tampak coba telusuri di unit if umumnya disini pula ada. walaupun demikian tegangannya kian kecil dari jalur utuk audio mute. Jika saat saat PTT dari radio lain ditekan dan peniti bergerak naik berarti cosnya high, dan ptt dilepas jarum balik keawal, begitu sebaliknya ptt tidak ditekan jarum menunjuukan level tegangan atau berpengaruh ditengah dan pada ketika PTT ditekan jarum melangkah turun dipastikan cos nya low. pada pencarian cos ini usahakan cari cos yang berlevel tegangan 5 volt.

    Radio Pemancar

    Untuk koneksi pertalian ke keradio pemancar, VCC bisa dihubungkan ke urat + 8Volt yang biasanya terdapat di dalam jack untuk extramic, ataupun dapat juga menghubungkan langsun didalam radio pemancar atau bisa pula dengan cara menambahkan adaptor, pemberian perawis daya / tegangan untuk rangkaian cor dan tone ini usahakan tegangan yang diberikan luar biasa stabil, sebab kestabilan daripada tengangan saangat mempengaruhi tanggapan yang didapatkan, jika perawis daya tidak baik taklimat yang dihasilkan bisa pula tidak siap ada gaung atau taklimat sedikit gaduh. untuk tisu audio out dari sambungan dihubungkan ke jalur mic dari radio pemancar, serta jalur ptt dihubungkan di ptt radio pemancar, berbeda dengan jalur ground pastikan terhubung dengan bagus, baik ini ground untuk mic & ground chasis pesawat.